Pencarian

Shopping cart

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Hadapi Ratchaburi, Persik, hingga Madura, Persib Jaga Konsistensi Zero Waste di GBLA

✅ Link berhasil disalin!

Persib Bandung kembali menunjukkan komitmen menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Dalam pertandingan melawan Ratchaburi FC, langkah ini kemudian berlanjut saat Persib menjamu Persik Kediri hingga Madura United.

Dalam proses ini, Persib bekerja sama dengan Jubelo sebagai mitra resmi pengelolaan sampah stadion, dengan pendekatan zero waste to landfill. Artinya, seluruh sampah yang dihasilkan selama pertandingan tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan diproses kembali agar memiliki nilai guna.

Pada laga kontra Madura United (26/02/2026), tercatat sebanyak 2.904 kg sampah berhasil dikelola, terdiri dari 1.205 kg organik, 852 kg anorganik, dan 847 kg residu. Sementara itu, pada pertandingan melawan Persik Kediri (9/03/2026), jumlah sampah yang diproses mencapai 3.278 kg, dengan komposisi 1.586 kg organik, 759 kg anorganik, dan 933 kg residu.

Sampah-sampah tersebut, selanjutnya tidak dibiarkan hingga menjadi limbah, Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sementara sampah anorganik didaur ulang menjadi material yang dapat digunakan kembali. Adapun sampah residu diproses melalui fasilitas khusus sesuai prosedur yang berlaku.

Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menyebut langkah ini merupakan bagian tanggung jawab dari klub untuk berkontribusi dalam keberlanjutan lingkungan.

“Bagi Persib, pertandingan bukan hanya tentang apa yang terjadi di lapangan, tetapi juga bagaimana seluruh ekosistemnya dikelola dengan tanggung jawab. Pengelolaan sampah ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman pertandingan yang lebih baik sekaligus berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Adhi.

Lebih lanjut, ia menegaskan jika GBLA memiliki makna yang mendalam bagi Persib dan Bobotoh. Maka dari itu, selayaknya rumah sendiri maka seluruh elemen wajib untuk turut serta dalam menjaga GBLA demi menjaga kenyamanan, keselamatan serta martabat Persib.

Konsistensi ini juga tercermin dari sejumlah pertandingan sebelumnya, dengan jumlah sampah yang terus tercatat dan dikelola secara terukur di setiap laga. 

Melalui kampanye #JagaGBLAJagaPersib, klub juga mengajak Bobotoh untuk ikut ambil bagian. Hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, mengikuti arahan petugas, hingga menjaga fasilitas stadion menjadi bentuk kontribusi nyata di luar dukungan dari tribun.

Artikel Sebelumnya
Hadapi Juru Kunci Klaesemen, Seharusnya Bukan Masalah Bagi Maung Bandung
Artikel Selanjutnya
Ungkap Kerinduan, Daisuke Sato Nyanyikan ‘Take Me Home’ untuk Persib dan Bobotoh

Artikel Terkait: