Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
Pada kompetisi BRI Super League 2025/26, hingga memasuki pekan ke-24, Persib Bandung menunjukkan superioritasnya setiap kali tampil di kandang. Skuad Maung Bandung selalu berhasil meraih kemenangan di hadapan bobotoh. Rekor ini secara alami seolah melahirkan julukan sebagai "Si Jago Kandang".
Menariknya, julukan tersebut bukan hal baru bagi Persib. Satu dekade lalu, tepatnya pada ajang Torabika Soccer Championship 2016, Persib juga masyhur dengan predikat yang sama.
Musim itu sebenarnya tidak sepenuhnya mudah. Karena perhelatan Pekan Olahraga Nasional 2016, Persib harus berpindah-pindah markas. Mereka menggunakan Stadion Si Jalak Harupat, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Stadion Pakansari, hingga Stadion Wibawa Mukti sebagai kandang sementara.
Namun, berpindah-pindah markas tidak mengurangi keganasan Persib. Hingga akhir musim, Persib tidak pernah sama sekali merasakan kekalahan di laga kandang.
Dari 17 laga kandang yang dimainkan, Maung Bandung mencatatkan 13 kemenangan dan 4 hasil imbang. Vladimir Vujovic dan kawan kawan mencetak 31 gol dan hanya kemasukan 8 gol.
Sayangnya, rekor impresif di laga kandang tersebut seperti berdiri sendiri. Ketika bermain tandang, performa justru berbanding terbalik. Dari 17 laga dimainkan, Persib hanya mampu meraih dua kali kemenangan. Sisanya, 6 kali imbang dan 9 kali kalah. Catatan tersebut membuat Maung Bandung finish di posisi ke-5 pada akhir musim.
Musim ini, cerita yang muncul berbeda. Dominasi kandang tidak dibiarkan berdiri sendiri. Dibanding dengan tahun 2016, Persib 2025/26 tampil lebih baik ketika berlaga di luar Bandung. Hingga pekan ke-24, 12 kemenangan di laga kandang, dibarengi dengan perolehan 5 kemenagan, 3 kali imbang dan 3 kali kalah di laga tandang.
Meski belum sempurna hasil tersebut masih mampu mempertahankan Persib di puncak klasemen sementara Super League.
Perbedaan nasib pada dua era tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Misalnya mentalitas dan kedalaman skuad. Djajang Nurjaman, sang nahkoda Persib tahun 2016, menilai jika kekalahan beruntun Persib di laga tandang mempengaruhi mentalitas pemain.
Ketika itu Persib sedang berada dalam tren buruk 6 kekalahan di laga tandang. Kondisi itu kemudian diperparah oleh dua kali kekalahan laga tandang beruntun oleh Sriwijaya Fc dan Bali United. “Dua kekalahan berturut turut pasti berpengaruh pada mental pemain,” ucap Djanur (19/9/2016), dikutip dari Kompas.com.
Ia juga menambahkan, ketidakhadiran para Pilar seperti Vladimir Vujovic dan Sergio Van Dijk turut mempengaruhi ketidakkonsistenan performa anak asuhnya.
Musim ini jelas berbeda. Mentalitas Persib harusnya lebih matang. Terlebih, sejumlah pemain merupakan bagian dari skuad yang telah mempersembahkan dua gelar liga beruntun.
Selain itu, kedalaman tim menjadi pembeda signifikan. Komposisi pemain inti dan cadangan terlihat seimbang. Rotasi sering dilakukan tanpa menurunkan kualitas. Contohnya saja, striker Persib saat ini diisi oleh tiga nama dengan kemampuan yang tidak jauh berbeda, yaitu Ramon Tanque, Andrew Jung dan striker baru Sergio Castel. Variasi tersebut membuat lini serang tetap kompetitif meski terjadi pergantian pemain.
Jika pada 2016 Persib adalah tim dengan dua wajah, perkasa di kandang tapi rapuh di tandang, maka musim 2025/26 menghadirkan gambaran yang lebih utuh. apabila konsistensi mampu dipertahankan hingga akhir musim, bukan tak mungkin gelar juara akan kembali berlabuh di Bandung.