Pencarian

Shopping cart

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Maung Bandung Sukses Gelar Ajang Kompetisi Push Bike untuk Bobotoh Cilik di Acara PERSIBDay Festival

✅ Link berhasil disalin!

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) terasa meriah usai digelarnya #PERSIBDayFestival pada Minggu (30/11/2025). 

 

Edisi kali ini fokus pada olahraga Push Bike untuk Bobotoh cilik yang diikuti oleh ratusan peserta yang didampingi para orang tua. Berbeda dari edisi sebelumnya (Football Coaching Clinic), kali ini terasa lebih personal dan langsung didukung oleh Prabu, maskot kebanggan Persib.

 

Tak sampai di situ, momen puncak keseruan terjadi saat para pemenang dari setiap kategori diarak menuju podium. Bukan hanya menerima piala dan bingkisan, mereka pula mendapat kesempatan untuk mengunjungi ruang ganti Maung Bandung.

 

Suasana semakin hangat karena hadirnya pemain muda Persib, Zulkifli Lukmansyah dan Athaya Zahran, serta legenda yang saat ini menjadi pelatih kiper Persib, I Made Wirawan ikut membawa anaknya bermain push bike.

 

Vice President Commercial PT Persib Bandung Bermartabat, Budi Ulia, menekankan bahwa acara ini menjadi misi jangka panjang dari Pangeran Biru.

 

"Bobotoh datang sebagai keluarga. Kami ingin meninggalkan legacy bahwa Persib tak hanya ruang bersama yang memungkinkan siapapun merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar" ungkap Budi.

 

Dirinya menambahkan, Persib ingin mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat Jawa Barat sekaligus berharap bisa melibatkan banyak pihak untuk berinteraksi langsung dengan ekosistem Persib.

 

Apresiasi juga datang dari orang tua peserta, Rifa Trifakrizal, yang rela datang jauh dari Subang. Ia menilai langkah Persib untuk menyelenggarakan acara non-sepak bola merupakan terobosan baru.

 

"Suatu hal baru. Biasanya event seperti ini dibuat oleh komunitas, sekarang Persib yang turun langsung. Rasanya berbeda dan jadi cara yang indah untuk mengenalkan Persib sejak dini," tutur Rifa.

 

Selain ajang kompetisi push bike, area luar stadion juga diramaikan oleh berbagai aktivitas lainnya, mulai dari zumba, festival UMKM, pertunjukan tari, talkshow hingga penampilan musik band lokal asal Bandung. Hal ini membuat GBLA menjadi ruang publik yang hidup dan inklusif.

Artikel Sebelumnya
Jakarta memberinya Luka, tapi Bandung menyebutnya Legenda
Artikel Selanjutnya
Persib Bandung Naik ke Puncak Klasemen Grup G Usai Bungkam Selangor FC di GBLA

Artikel Terkait: