Pencarian

Shopping cart

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Malam Anugerah Ditutup Meriah untuk Mengapresiasi Para Filmmaker dan Fotografer Terbaik IPSMF 2025

✅ Link berhasil disalin!

Rangkaian acara International Photography and Short Movie Festival (IPSMF) 2025 ditutup meriah dengan Awarding Ceremony di Gedung Auditorium Damar Telkom University, Rabu (12/11/2025).

 

Mengusung tema besar “Nature’s Whisper: Warning Signs of a Changing World,” acara ini menjadi ajang apresiasi bagi filmmaker dan fotografer dalam menyuarakan isu lingkungan.

 

 

Menyeleksi lebih dari 300 karya, para juri IPSMF 2025 yang terdiri dari Joe Adimara, Raden Ahmad Fauzan, Muh Faisal, dan Wira Hadi fokus menemukan karya yang ciamik perihal teknis dan memiliki suara dan pesan yang tajam.

 

Pemenang Kategori Film Pendek  

Pada kategori Short Movie, film dokumenter “Paddy, The Source of Life! (Padi, Sang Pemberi Hidup)” karya Dwi Oktaviani, Bambang Hadi, dan Henrry Pramudya berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus yakni Best Documentary dan Best Cinematography. Film ini menampilkan cara pandang yang dekat dalam menggambarkan jiwa dan kehidupan bertani.

 

Sementara itu, Simon Garez meraih penghargaan Best Director melalui filmnya, “Gentle Hum of Spring,” yang dinilai mampu menemukan keindahan dalam keseharian dan harmoni dengan alam. Di kategori fiksi, “Those Left Behind (Mereka yang Tertinggal)” karya Dior Yoyada Tampubolon memenangkan Best Fiction karena dinilai berhasil menangkap realitas tantangan sosial dan lingkungan. Kategori Best Screenplay dimenangkan oleh Fattah Fajar untuk karyanya, “Nadir.”

 

Pemenang Kategori Fotografi

Di kategori General Photography, Andaru Firmansyah sukses menjadi Juara 1 melalui fotonya yang bertajuk, “The Zero Kilometer of Citarum River,” yang mengajak penonton untuk sadar akan kondisi Sungai Citarum. Bahlawan Giam Hamdani meraih Juara 2 dengan “Symphony of a Waterfall,” yang menangkap keindahan dan kekuatan aliran air, sementara Intje Hajri meraih Juara 3 dengan karya fotografi bawah lautnya, “Save Coral Reef.” 

 

Di kategori Student Photography, Iswahyura Putra Wasisa meraih Juara 1 dengan karya “Harmonizing Ecosystem and Nature Conservation,” yang memperlihatkan keseimbangan hidup berdampingan antara manusia dan alam. Disusul Juara 2 yang diraih oleh Adly Auliatama Taufan melalui “Cahaya di Balik Sunyi Malam,” yang dipuji karena caranya memotret cahaya dan bayangan. Sementara itu, Andra Anggara Pratama meraih Juara 3 dengan “Cahaya Kehidupan,” membuktikan bahwa bercerita tentang lingkungan dapat dilakukan dengan kelembutan komposisi yang penuh pemikiran.

 

Rangkaian IPSMF 2025 ditutup secara meriah dengan penampilan musik dari Muthia Nadhira dan kejutan Ferry Irwandi yang turut bernyanyi di atas panggung. 

 

Melalui perhelatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap  isu lingkungan melalui dalam karya visual yang kreatif, sekaligus menginspirasi lebih banyak kreator untuk lebih berani menyuarakan perubahan.

 

Artikel Sebelumnya
Apakah Rezaldi Hehanusa Merupakan "Sosok" yang Tepat?
Artikel Selanjutnya
Dari Semarang ke Bandung, Alfeandra Dewangga Siap Jaga Jantung Pertahanan PERSIB

Artikel Terkait: